Alumni dan Almamater

Administrator, 29 Juli 2018, Dibaca : 435 kali
Beranda

Artikel ini menjadi perenungan tentang posisi dan pentingnya peran aktif alumni bagi almamater. Akhir-akhir ini, terutama mendekati dibukanya seleksi cpns, banyak sekali yang meminta legalisir sertifikat akreditasi program studi. Nampaknya status akreditasi terakhir program studi sangat penting dalam persyaratan seleksi cpns tersebut. Seperti yang telah diketahui hanya yang lulus dari prodi terakreditasi minimal B yang dapat mengikuti seleksi cpns. Dan ternyata status akreditasi yang menjadi penilaian bukan hanya status akreditasi yang tercantum dalam ijazah, namun juga status akreditasi terakhir yang dicapai oleh program studi.

Dalam beberapa pengalaman yang diketahui oleh penulis, beberapa perguruan tinggi terkemuka dalam seleksi program pascasarjana-nya justru mensyaratkan adanya fotocopy sertifikat akreditasi program studi yang paling mutakhir, dan tidak mewajibkan ijazahnya harus sudah punya status terakreditasi. Kedua contoh kasus tersebut menunjukkan bahwa status akreditasi terakhir lebih penting daripada status akreditasi yang tercantum dalam ijazah. Artinya bahwa kemajuan almamater mendapatkan penilaian lebih dalam beberapa proses seleksi maupun kenaikan jabatan.

Jika program studi almamater dalam perjalanannya mengalami penurunan status akreditasi, maka akan berdampak kepada alumni, di mana alumni akan kesulitan untuk memenuhi persyaratan dalam berbagai seleksi maupun kenaikan jabatan. Dan sebaliknya, apabila status akreditasinya mengalami peningkatan, atau paling tidak dapat mempertahankan peringkat B, maka akan mempermudah nasib alumni dalam pengembangan karirnya. Dengan demikian, harus disadari oleh alumni bahwa mereka tidak dapat lepas tangan, atau tidak perduli lagi dengan almamaternya, karena nasib karir alumni sangat bergantung kepada maju mundurnya almamater.

Untuk itu alumni harus berperan aktif agar almamater terus mengalami kemajuan. Alumni dapat memberikan bantuan berupa dana, waktu, tenaga apabila dibutuhkan oleh almamater. Hal sederhana yang dapat dilakukan oleh alumni untuk mendukung kemajuan almamater sebagai contohnya adalah dalam hal kemauan untuk mengisi angket yang disebarkan oleh almamater. Alumni seringkali enggan untuk mengisi angket, atau enggan untuk meminta pimpinan instansinya mengisi angket penilai kinerja. Padahal angket-angket tersebut menjadi salah satu penilaian dalam akreditasi.

Pada akhinya, alumni dan almamater saling membutuhkan. Kemajuan almamater adalah apabila ada peran serta aktif alumni, dan sebaliknya, karir alumni bergantung kepada kemajuan almamater. 

Share

Login Sistem

Silakan masukkan username dan password Anda untuk masuk ke dalam sistem. Apabila belum memiliki akun, silakan klik tombol Daftar untuk melakukan registrasi terlebih dahulu.

 Daftar